1. Judul penelitian
“HUBUNGAN
ANTARA KEBIASAAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PESERTA DIDIK KELAS XII SMK MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG TAHUN 2014/2015”
2. Rumusan masalah
Apakah ada hubungan antara kebiasaan membaca
al-Quran dengan minat belajar pendidikan agama Islam peserta didik kelas XII
SMK Muhammadiyah 1 Semarang tahun 2014/2015?
3. Tujuan dan signifikasi penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah membuktikan ada atau
tidaknya hubungan antara kebiasaan membaca al-Quran dengan minat belajar
pendidikan agama Islam peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Semarang
tahun 2014/2015.
Dari
tujuan penelitian yang telah dipaparkan, hasil penelitian diharapkan dapat
memberi manfaat sebagai berikut:
1)
Manfaat
teoritis
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah informasi dalam ilmu
pendidikan, khususnya dalam bidang kebiasaan membaca al-Quran dan diharapkan
dapat menjadi bahan pertimbangan dan sumber informasi bagi peneliti lain yang
akan meneliti atau mengembangkan permasalahan dalam kebiasaan membaca al-Quran
dan minat belajar pendidikan agama Islam.
2)
Manfaat
praktis
Merupakan
sumbangan kepada dunia pendidikan khususnya bagi para pendidik untuk
membiasakan peserta didik dalam membaca al-Quran sebagai usaha minat belajar
pendidikan agama Islam.
4. Hipotesis penelitian
Ho :
Tidak terdapat hubungan positif atas kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan minat
belajar pendidikan agama islam peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Semarang
tahun 2014/2015.
Ha :
Terdapat hubungan positif atas kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan minat belajar
pendidikan agama islam peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Semarang
tahun 2014/2015.
5. Uji persyaratan analisis data
Adapun
uji persyaratan analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.
Analisis
data pendahuluan
Analisis pendahuluan dilakukan untuk mengetahui
kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan minat belajar pendidikan agama Islam peserta
didik kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Semarang tahun 2014/2015. Analisis dalam
bentuk angka, yakni dalam bentuk kuantitatif. Langkah yang diambil dalam
merubah data kualitatif menjadi kuantitatif adalah dengan memberi nilai pada
setiap item jawaban pada pertanyaan di dalam angket untuk responden.
Dalam
analisis data ini dari masing-masing variable akan ditentukan:
a. Panskoran
Pada bagian ini penulis menganalisis data yang
telah terkumpul melalui angket yang telah disebarkan kepada responden, dengan
ketentuan jawaban sebagai berikut:
1. Untuk alternative jawaban A mendapat nilai 4
2. Untuk alternative jawaban B mendapat nilai 3
3. Untuk alternative jawaban C mendapat nilai 2
4. Untuk alternative jawaban D mendapat nilai 1
b. Membuat interval. Adapun rumus dalam menentukan
kategori ini adalah:
K = 1 +
3,31 log N
c. Mencari Range. Dengan rumus sebagai berikut:
R=H-L
Keterangan:
R= range
H= nilai
tertinggi
L= nilai
terendah
d. Menentukan interval kelas
i=
Keterangan
:
R=
rentang nilai
K=
banyak kelas
N=
jumlah responden
e. Mencari mean. Dengan rumus sebagai berikut :
Mx =
17
Keterangan:
M = mean
∑fx
= jumlah nilai-nilai
N = jumlah individu
2.
Uji
persyaratan analisis data
Yaitu
uji normalitas data. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui normal tidaknya
suatu distribusi data. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini
adalah uji normalitas dengan uji lilliefors. Berdasarkan sampel ini akan
diuji hipotesis nol (H0) sebagai tandingan hipotesis penelitian (H1).
H0=
data distribusi normal
H1=
data distribusi tidak normal
Adapun prosedur uji normalitas data dengn uji lilliefors
yaitu
a. Pengamatan X1, X2,………, Zn dijadikan bilangan Z1,
Z2,…….., Zn dengan
Zi=
Keterangan:
Xi: data pengamat
:
rata-rata sampel
:
simpangan baku sampel,
Di mana
=
dan S =
b.
Dari
daftar distribusi normal baku, untuk setiap angka baku dihitung peluang dengan
rumus : F (Z1) = P (Z < Zi)
c. Hitung Proporsi Z1, Z2 ,
...,Zn yang dinyatakan dengan S (Zi)
d. Hitung selisih F (Z1) – S (Z1)
kemudian tentukan harga mutlaknya
e. Tentukan harga yang paling besar diantara harga-harga
mutlak = L0
3)
Analisis
uji hipotesis
a. Mencari koefisien korelasi variable X dan Y,
dengan menggunakan rumus analisis product moment tangkar dari Pearson dengan
rumus umum sebagai berikut:
=
Diketahui
bahwa :
1) ∑X2 = ∑X2 –
2) ∑Y2 = ∑Y2 –
3) ∑xy = ∑XY
Keterangan
:
rxy=
Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y
n =
Jumlah peserta didik
X =
Nilai kebiasaan membaca Al-Qur’an
Y =
Nilai minat belajar pendidikan agama islam peserta didik
X2=
Nilai kebiasaan membaca Al-Qur’an dikuadratkan
Y2=
Nilai minat belajar pendidikan agama islam peserta didik dikuadratkan
∑XY =
Jumlah hasil kali perkalian antara X dan Y
b. Mencari Besarnya Kontribusi X terhadap Y
Untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan
variable X terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinan
sebagai berikut :
KP = r2.100%
c. Menguji signifikansi hubungan variable X dan Y,
dengan rumus sebagai berikut:
thitung =
d. Mencari Derajat Kebebasan
dk
= n-2
4)
Analisis
Lanjut
Analisis
ini berguna untuk analisis lanjutan, sebagai interprestasi lanjutan yang
didasarkan atas hasil uji hipotesis, yaitu untuk mengecek taraf signifikansi
dengan mengkorelasikan pada tabel r product moment. Dan untuk
mengetahui apakah nilai r hitung tersebut signifikansi atau tidak, maka nilai r
tersebut diuji pada taraf berikut:
a. Taraf signifikansi 5%, t tabel
b. Taraf signifikansi 1%, t tabel
c. Interpretasi angka indeks korelasi
a) 0,00 – 0,20 = menunjukkan korelasi antara dua
variabel sangat lemah
b) 0,21 – 0,40 = menunjukkan korelasi antara dua
variabel lemah
c) 0,41 – 0,70 = menunjukkan korelasi antara dua
variabel sedang
d) 0,71 – 0,90 = menunjukkan korelasi antara dua
variabel kuat
e) 0,91 – 1,00 = menunjukkan korelasi antara dua
variabel sangat kuat
6. Hasil penelitian dan pembahasan
Setelah
melakukan penelitian, diperoleh hasil studi lapangan berupa data tentang “Hubungan
Antara Kebiasaan Membaca Al-Qur’an Dengan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam
Peserta Didik Kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Semarang Tahun 2014/2015”. Data
tersebut diperoleh dari hasil angket yang telah diberikan kepada para peserta
didik sebagai responden yang berjumlah 64 peserta didik.
Berdasarkan
hasil perhitungan mean variable X (kebiasaan membaca al-Quran peserta didik
kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Semarang) adalah 37, hal ini termasuk dalam
kategori sedang yaitu pada interval 36-43. Dan hasil perhitungan mean pada
variable Y (minat belajar agama Islam peserta didik kelas XII SMK Muhammadiyah
1 Semarang) adalah 58, hal ini termasuk dalam kategori sedang yaitu pada
interval 55-70.
Hasil
dari nilai r hitung= 0,547605758 dan r
tabel pada taraf signifikansi 5% = 0,244 yang berarti r hitung > r tabel,
maka Ha di terima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukan
korelasi tersebut signifikan artinya ada hubungan positif antara kebiasaan
membaca al-Quran dengan minat belajar pendidikan agama Islam peserta didik
kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Semarang tahun 2014/2015 dan hubungan tersebut
masuk pada kriteria sedang karena r hitung berada pada interval 0,41-0,70.
Berdasarkan
hasil uji signifikansi hubungan variable X dan Y, dapat diketahui bahwa pada
taraf signifikansi 5% maupun 1% menunjukan nilai t hit > t tabel
(5,2 > 2,000) dan (5,2 > 2,660). Dengan demikian, hasil penelitian
ini bahwa “ada hubungan positif yang signifikan antara kebiasaan membaca
al-Quran dengan minat belajar pendidikan agama Islam peserta didik kelas XII
SMK Muhammadiyah tahun 2014/2015”, atau dengan kata lain semakin tinggi
kebiasaan membaca al-Quran peserta didik maka akan semakin tinggi minat belajar
pendidikan agama Islam peserrta didik kelas XII SMK Muhmmadiyah 1 Semarang
tahun 2014/2015”, diterima kebenaranya. Dan hasil determinan koefisien determinasinya 0,299 yang menggambarkan bahwa
dalam penelitian ini kebiasaan membaca al-Quran mempunyai sumbangan sebesar
29,9% terhadap minat beajar PAI peserta didik kels XII SMK Muhammadiyah 1
Semarang tahu 2014/2015. Sisanya 70,1% ditentukan oleh faktor-faktor lain yaitu
suasana kelas, materi yang dipelajari, saran dan prasarana, latar belakang,
social dan ekonomi, dan lingkuungan
intern maupun ekstern.
7. Kritik terhadap hasil penelitian
Pada hasil penelitian tentang “Hubungan Antara Kebiasaan Membaca
Al-Qur’an Dengan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas XII
SMK Muhammadiyah 1 Semarang Tahun 2014/2015”, sudah menggunakan metode yang sesuai. Bahkan dalam penjelasan analisis data sudah
jelas, dan terperinci. Akan tetapi di dalam penulisan rumus mean pada uji persyaratan analisis data
terdapat perbedaan di mana penulis menuliskan rumus mencari mean sebagai
berikut:
Mx =
17
Sedangkan
Prof. DR Sugiyono pada bukunya Statistik untuk Penelitian menuliskan rumus mean
sebagai berikut:
Me =
=
Bahkan
dalam penelitian penulisan rumus mean pada uji persyaratan analisis data dengan
deskripsi dan analisis data pada BAB IV berbeda.
8. Penutup
Demikianlah hasil review skripsi tentang “Hubungan Antara Kebiasaan Membaca Al-Qur’an
Dengan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Kelas XII SMK
Muhammadiyah 1 Semarang Tahun 2014/2015” yang dapat kami susun. Semoga bermanfaat bagi para
penulis maupun para pembaca. Kami menyadari bahwa dalam penulisan hasil review
tersebut tidak lepas dari pengetahuan, dengan demikian disadari bahwa kami
sebagai penulis mempunyai keterbatasan kemampuan sehingga hasil review yang
kami susun masih banyak kekurangan serta kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran kami harapkan untuk memperbaiki tugas penulisan selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar