Páginas

Minggu, 13 Juli 2014

Review Buku Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam



Nama                           : Sabrina Kartikawaty
NIM                            : 123911099
Mata kuliah                 : Sejarah Peradaban Islam

                                                TUGAS REVIEW BUKU

Judul Buku                  : Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam
Jumlah halaman           : 392 halaman
Penulis                         : M. Abdul Karim
Penerbit                       : Pustaka Book Publisher
Tahun terbit                 : 2007


Rangkuman Buku Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam
            Kemunculan islam dalam sejarah dunia sebagai suatu peristiwa yang unik dan ajaib. Agama ini sejak berabad-abad. Agama ini sejak berabad-abad  menyebar diberbagai belahan bumi ini guna mempengaruhi kehidupan manusia, baik sistem sosial, ekonomi, maupun budaya menuju tatanan yang lebih beradab. Islam tidak hanya terbatas dalam koridor keagamaan dan transenden, tetapi juga sebagai suatu peradaban yang utuh dan sempurna. Atas dasar itu, Islam berdiri bahkan meninggalkan suatu sistem pemerintahan dengan Negara besar yang sangat luas, yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia sebelumnya.
            Mulai pada era Nabi Muhammad SAW tata cara dan aturan keagamaan menjadi sempurna. Di samping pembawa wahyu, ia juga seorang pemimpin masyarakat dan sekaligus kepala Negara. Dalam sistem pemerintahan Nabi SAW menerapkan beberapa aturan pokok. Ia meninggalkan tatanan masyarakat yang anti kelas, menghilangkan feodalisme, dan kesukuan. Hal itu juga dilanjutkan Khalifah Abu Bakar maupun Umar bin Khattab.
            Amat mengherankan jika memperhatikan sejarah ekspansi Islam dalam kurun waktu yang relatif singkat (abad ke-7 sampai abad ke-8), di mana para mujahid Islam dengan jargon “hidup mulia atau mati syahid”, mengalahkan kekuatan Sasaniah yang megah dan berwibawa hancur hancur ditangan mujahidin Islam dan berdiri pemerintahan Arab di Persia.
            Dalam kekhalifahan Umayah tidak dapat bebas dari pengaruh hegemoni kekeluargaan (monarki) dan sukuisme. Era ini sangat identik dengan pengaruh kuat dua suku –Himyar dan Mundhar— yang saling bertikai yang pernah disatukan oleh karisma nabi yang sejak zaman awal mula hubungan mereka seperti bagaikan air dan minyak. Era Abassiah dikenal sebagai masa kemasan Islam, namun budaya masa itu memulai sejak era Umayah. Pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan era Abassiah adalah sangat signifikan.
            Setelah hampir bersamaan dengan periode transisi muncul tiga kerajaan besar Islam. Safawiah, Mughal, dan Turki Usmani memainkan peran vital pada abad pertengahan dan modern. Mulai abad ke-17 sampai abad ke-18 dunia Islam dikuasai oleh penjajah Barat dan membagi-bagi sesama Negara Barat seperti roti. Abad ke-19 sampai abad ke-20 M. akhirnya, umat Islam berjuang dan melepaskan diri dari penjajahan Barat namun tidak dapat keluar dari hegemoni politik licik Barat.
            Sejak Umar ibn Khattab dapat diakatakan umat Islam memasuki fase pemikiran Islam II yang mengkompromi/melebur dalam aturan-aturan kemasyarakatan yang terdapat di kedua wilayah tersebut tanpa tinggalkan jati diri dan ajaran-ajaran kegamaan pokok.
            Secara umum epistemologi Islam memiliki tiga kecenderungan pemikiran yang kuat, yaitu Bayani (sumber ilmu pengetahuan adalah wahyu, hadits atau penalaran dari teks itu), Irfani (epistemology yang beranggapan, bahwa ilmu pengetahuan adalah kehendak, iradah), dan Burhani (epistemology yang berpandangan, bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah akal).
            Islam yang datang ke Indonesia dengan penetration pacific juga mengalami perkembangan pesat, berbanding lurus dengan apa yang terjadi pada zamannya. Di awal kemerdekaan Indonesia, isu penting adalah melawan kekuatan penjajahan. Pemikiran Islam yang penting untuk melawan hegemoni penjajah didapatkan oleh para pelajar muslim Indonesia yang belajar di Mesir maupun di Eropa.

Kelebihan dari buku Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam
Buku tersebut disusun secara sistematis, sehingga memudahkan bagi para pembaca termasuk saya yang masih mahasiswa S1. Selain itu, buku tersebut membantu mengkronologiskan dan membentangkan benang merah sejarah kejayaan Islam di masa lampau.
Buku karya M. Abdul Karim ini menampilkan fakta tentang perjalanan sejarah Islam. Resistensi yang sering muncul sebagaimana sejarawan Barat mendeskriditkan Islam sama sekali tidak Nampak (west oriented). Sebaliknya pembelaan yang menggebu dari penulis Muslim tentang sejarah masa lalu Islam juga tidak hadir apalagi dominan (Islam oriented). Akan tetapi keduanya dijadikan referensi pokok yang selanjutnya dikaji sedemikian rupa, sehingga siap untuk disajikan kepada pembaca sekalian.
Keunggulan yang lain yaitu memadukan kajian Islam secara kronologis dengan kajian berdasar studi kawasan. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam memahami sejarah pemikiran dan peradaban Islam. Studi Islam secara kronologis lebih focus pada kajian peradaban. Sementara pada kajian kawasan, dikaji mengikuti perkembangan peradabannya. Dengan memadukannya maka kajian Pemikiran dan Peradaban Islam lebih sistematis, jelas, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kekurangan dari buku Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam
            Buku karya M. Abdul Karim memiliki banyak kelebihan, namun disamping itu, ada kekurangannya. Diantaranya, daftar isi dengan halaman yang tertera ada yang tidak sesuai. Buku tersebut sudah lengkap isinya, sangat menambah referensi untuk kita tentang sejarah pemikiran dan peradaban Islam. Namun, seharusnya dalam pemikiran tokoh-tokoh tersebut dikelompokkan agar lebih memudahkan pembaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar