Páginas

Rabu, 29 Oktober 2014

Artikel tentang menulis


Menggoyangkan Jari Itu Penting!


            Stress melihat mata kuliah dengan semua tugasnya? Itu yang sering dialami hampir seluruh mahasiswa, terutama pada awal-awal perkuliahan. Perpustakaan yang menjadi sumber ilmu, ada yang sama sekali belum pernah menginjaknya apalagi meminjam buku-buku. Kurangnya minat dan waktu untuk membaca dan menulis menjadi salah satu faktor sulitnya membuat suatu laporan, karya ilmiah, karya tulis, makalah, jurnal bahkan skripsi. Padahal sebagai seorang peserta didik dijenjang universitas, skripsi adalah salah satu syarat untuk bias mendapat gelar sarjana. Penting untuk seorang mahasiswa memiliki keterampilan menulis, baik aturannya, penggunaan EYD maupun inspirasi. Supaya dalam pembuatan makalah tidak meminta bantuan pada sesepuh atau yang biasa dikenal “Mbah Google”. Dan gelar yang diperoleh bukannya S.Pd.I (Sarjana Pendidikan Islam) tetapi malah “Sarjana Pendownload Internet”.
            Tidak akan bias seseorang menulis secara lancar kalau tidak pernah membaca. Karena intensitas membaca, mempengaruhi ide. Menulis dan membaca saling terkait satu sama lain. Mahasiswa yang nantinya setelah lulus akan melamar pekerjaan, harus memiliki bekal keterampilan menulis. Agar dapat menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat yang indah, menarik, sopan, berbobot dan mudah untuk dipahami. Sehingga suatu perusahaan atau instansi tidak mempunyai alasan menolak surat lamaran yang diajukan. Seseorang bisa menilai kepribadian kita dari tulisan. Namun sayangnya, mahasiswa sekarang semakin dimanjakan oleh setan yang bernama teknologi. Menulis secara manual tersingkir secara biadab. Banyak yang tinggal copy-paste, tanpa menuangkan idenya ataupun menyentuhkan jarinya ke keyboard dengan irama.
            Oleh karena itu, sebuah universitas perlu didirikannya lembaga yang tidak hanya menaungi siswa yang berbakat dalam menulis, tetapi juga mengajarkan atau menyumbangkan sedikit ilmu untuk mahasiswa yang “kemampuan menulisnya kurang”. Selain itu, seminar-seminar atau diskusi tentang menulis perlu diadakan sedikitnya 2 kali dalam sebulan, untuk melatih luwesnya jari  mahasiswa agar terus bergoyang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar