Menggoyangkan Jari Itu
Penting!
Stress
melihat mata kuliah dengan semua tugasnya? Itu yang sering dialami hampir
seluruh mahasiswa, terutama pada awal-awal perkuliahan. Perpustakaan yang
menjadi sumber ilmu, ada yang sama sekali belum pernah menginjaknya apalagi
meminjam buku-buku. Kurangnya minat dan waktu untuk membaca dan menulis menjadi
salah satu faktor sulitnya membuat suatu laporan, karya ilmiah, karya tulis,
makalah, jurnal bahkan skripsi. Padahal sebagai seorang peserta didik dijenjang
universitas, skripsi adalah salah satu syarat untuk bias mendapat gelar
sarjana. Penting untuk seorang mahasiswa memiliki keterampilan menulis, baik
aturannya, penggunaan EYD maupun inspirasi. Supaya dalam pembuatan makalah
tidak meminta bantuan pada sesepuh atau yang biasa dikenal “Mbah Google”. Dan
gelar yang diperoleh bukannya S.Pd.I (Sarjana Pendidikan Islam) tetapi malah
“Sarjana Pendownload Internet”.
Tidak akan
bias seseorang menulis secara lancar kalau tidak pernah membaca. Karena
intensitas membaca, mempengaruhi ide. Menulis dan membaca saling terkait satu
sama lain. Mahasiswa yang nantinya setelah lulus akan melamar pekerjaan, harus
memiliki bekal keterampilan menulis. Agar dapat menyusun kata-kata menjadi
sebuah kalimat yang indah, menarik, sopan, berbobot dan mudah untuk dipahami.
Sehingga suatu perusahaan atau instansi tidak mempunyai alasan menolak surat
lamaran yang diajukan. Seseorang bisa menilai kepribadian kita dari tulisan.
Namun sayangnya, mahasiswa sekarang semakin dimanjakan oleh setan yang bernama
teknologi. Menulis secara manual tersingkir secara biadab. Banyak yang tinggal
copy-paste, tanpa menuangkan idenya ataupun menyentuhkan jarinya ke keyboard dengan
irama.
Oleh karena
itu, sebuah universitas perlu didirikannya lembaga yang tidak hanya menaungi
siswa yang berbakat dalam menulis, tetapi juga mengajarkan atau menyumbangkan
sedikit ilmu untuk mahasiswa yang “kemampuan menulisnya kurang”. Selain itu,
seminar-seminar atau diskusi tentang menulis perlu diadakan sedikitnya 2 kali
dalam sebulan, untuk melatih luwesnya jari
mahasiswa agar terus bergoyang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar